
Dalam paparan yang sudah dilaksanakan oleh Bapak Andi Widodo Susanto, S.Pd (Kepala Sekolah) dalam Praktik kepemimpinan di SMKN 1 Cempaga Hulu diwujudkan melalui upaya memandu refleksi pelaksanaan kurikulum satuan pendidikan secara terarah dan berbasis data. Kegiatan observasi kinerja kepala sekolah menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan sesuai tujuan pendidikan yang berorientasi pada pembelajaran mendalam (deep learning). Melalui refleksi bersama guru dan pengawas sekolah, setiap capaian pembelajaran dianalisis untuk menemukan kekuatan, tantangan, serta langkah perbaikan yang berkelanjutan demi meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.
Berdasarkan hasil refleksi rapor pendidikan tahun 2024–2025, sekolah menemukan adanya penurunan pada aspek literasi dan numerasi yang menjadi indikator utama kualitas pembelajaran. Selain itu, kualitas refleksi guru juga mengalami penurunan dari skor 3 menjadi 2, sehingga menunjukkan perlunya penguatan budaya reflektif dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius kepala sekolah dalam memandu guru agar lebih aktif melakukan evaluasi pembelajaran, memperbaiki strategi mengajar, serta menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik di SMKN 1 Cempaga Hulu.
Meskipun terdapat tantangan, data capaian utama menunjukkan adanya potensi peningkatan yang positif, terutama pada indikator kompetensi lulusan yang meningkat signifikan dari 40,91 menjadi 87,66. Capaian ini menunjukkan bahwa berbagai program penguatan kompetensi mulai memberikan dampak terhadap kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja maupun pendidikan lanjutan. Sementara itu, aspek literasi masih berada pada kategori tinggi meskipun mengalami penurunan, dan numerasi berada pada kategori sedang yang perlu mendapatkan perhatian lebih melalui strategi pembelajaran yang inovatif dan terintegrasi.
Sebagai tindak lanjut, kepala sekolah bersama guru merancang strategi perbaikan yang berfokus pada revitalisasi literasi dan numerasi dalam seluruh mata pelajaran. Guru didorong untuk membangun pembelajaran yang lebih kontekstual, aktif, dan kolaboratif sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata. Selain itu, penguatan komunitas belajar guru menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas refleksi pembelajaran, berbagi praktik baik, serta menciptakan budaya belajar yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Di sisi lain Pengawas Pembina Ibu Etty Zuraidah, S.Pd, M.Pd juga menekankan bahwa SMKN 1 Cempaga Hulu juga harus secara nyata memperkuat program link and match dengan dunia industri serta melakukan optimalisasi fasilitas sekolah dan iklim pembelajaran yang aman, nyaman, dan inklusif. Kolaborasi dengan dunia kerja diharapkan mampu meningkatkan relevansi kompetensi siswa sesuai kebutuhan industri, sementara lingkungan sekolah yang positif akan mendukung tumbuhnya kreativitas, disiplin, dan karakter peserta didik. Melalui kepemimpinan yang reflektif, kolaboratif, dan berbasis data, SMKN 1 Cempaga Hulu terus berupaya meningkatkan kualitas implementasi kurikulum serta mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.